Perjalanan

Lika-liku kehidupan sering dikenal dengan perjalanan yang harus dilalui dengan keringat, air mata bahkan mungkin tidak menutup kemungkinan membuat kita harus merangkak menyeret diri untuk menuju tujuan tertentu.

Pertama yang perlu dibenahi adalah TUJUAN, "apakah kamu punya tujuan?" pertanyaan ini yang seharusnya menjadi awal di perjalanan kita, bukan hanya untuk 'mengalir bagaikan air' - sebuah filosofi yang menurut aku tidak pada tempatnya -. Kepuasan pada diri sendiri membangkitkan sisi-sisi kesombongan yang hampir tak terusik hingga sadar atau tidak, harta yang paling berharga yang dimiliki pun bisa lenyap oleh karenanya.

Teman terbaik adalah teman yang ada saat dibutuhkan, menunggu saat yang tepat bukan berati kalah oleh keadaan, menunggu adalah untuk melihat lebih jauh perjalanan yang harus dilalui, merencanakan rutenya kemudian menimbang dan menilai sisi buruk dari rencana untuk menentukan rute dengan sedikit rintangan.

Berikan kehidupan yang terbaik, "do the best you can" karena dengan itulah kita dinilai, dan penilaian yang ditunggu itu berada diakhir!
Seni dalam perjalan ini adalah disisi strategi untuk menjalaninya, mengolah yang terlihat dan yang tak terlihat, mengolah perasaan dan kemampuan serta ketepatan dalam menentukan tindakan.

Jangan pernah menganggap perjalanan hidup orang lain salah, karena tak ada yang tahu kejadian yang akan datang, karena kebenaran yang hakiki hanya dalam rangkulan Sang Khalik, dan tugas kita hanya untuk mengolah kesempatan yang datang menghampiri.

No comments:

Post a Comment